Selasa, 20 Maret 2007
Jumat, 16 Maret 2007
Benyamin Sueb
Benyamin Sueb (1939 - 1995)
Manusia yang lahir di Kemayoran pada 5 maret 1939 ini menjadi salah satu tokoh legendaris masyarakat betawi karena keberhasilannya memperkenalkan budaya betawi hingga ke mancanegara. Seniman Betawi serba bisa ini telah menghasilkan kurang lebih 75 album musik, 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini. Tokoh yang terkenal kocak ini sejak umur tiga tahun telah ngamen keliling kampung menyanyikan lagu "sunda ujang-ujang" sambil bergoyang dan karenanya banyak orang yang juga memberikan kue-kue padanya selain uang 5 sen yang dikumpulkan untuk membantu biaya sekolah kakak-kakaknya.
Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung (sekarang dijadikan nama salah satu jalan di Kemayoran), pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat - menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.
Benyamin memulai Sekolah Dasar di Bendungan Jago pada umur 7 tahun. Saat masuk kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi, masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Di sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, “Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!” Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat. Ia juga pernah mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negara (1964), bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969)
Tidak puas dengan hanya menyanyi, Benyamin lalu main film. Diawali Honey Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya. Seniman yang suka ‘mengomel’ bila melawak ini menjadi salah satu pemain yang namanya sering digunakan menjadi judul film.
Judulnya, antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972), Benyamin Brengsek (Nawi Ismail, 1973), Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976), Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975), Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt, 1974), Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974), Traktor Benyamin (Lilik Sudjio, 1975), Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975).
Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974), Cukong Blo'on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974), Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975), Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976), Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976), Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi, 1976). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya, dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973.
Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia pada 5 September 1995 akibat serangan jantung seusai bermain sepakbola, sebelum meninggal sempat membintangi sebuah sinetron yang berjudul " Si Doel Anak Sekolahan" dan pada tanggal 23 maret 2007 akan mendapatkan sebuah penghargaan dari PAPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) berupa piala Nugraha Bakti Musik Indonesia dalam bentuk Metronom di gedung Depkumham dijalan Rasuna said, Jakarta
Walau telah tiada namun namanya tetap harum sebagai salah satu tokoh musik legendaris Betawi dan Indonesia, we love you bang Bens.
Download Lagu - lagu bang Benyamin
(dari berbagai sumber)
Diposkan oleh Musang di 08:12:00 0 komentar
Kamis, 08 Maret 2007
Langgan:
Entri (Atom)
